A.Struktur elektron dari atom
Atom adalah unit terkecil dari suatu unsur yang terdiri dari inti atom dan elektron.Setiap elektron berhubungan dengan energi,semakin dekat elektron ke inti atom maka semakin rendah energinya sebaliknya semakin jauh elektron ke inti atom semakin tinggi energinya.
B.Jari-jari atom dan keelektronegatifan
1.Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar.Dalam suatu golongan dari atas kebawah jari jari atom semakin kecil begitu juga sebaliknya.Sedangkan dalam suatu periode dari kiri ke kanan jari jari atom semakin kecil sedangkan dari kanan ke kiri jari jari atom semakin besar
2.Keelktronegatifan adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom.Pada unsur segolongan dari atas kebawah keelektronegatifannya makin kecil karna gaya tarik menarik inti atom semakin lemah begitu juga sebaliknya.Sedangkan pada unsur seperiode dari kiri ke kanan keelektronegatifannya semakin besar karena gaya tarik menarik inti atom semakin besar
C.Panjang ikatan dan sudut ikatan
1.Panjang ikatan adalah jarak rata-rata antara dua buah atom yang saling berikatan.Faktor yang mempengaruhi panjang ikatan adalah jari jari atom,keelektronegatifan,energi ikatan dan orde ikatan
2.Sudut ikatan adalah atom yang mengelilingi atom pusat membentuk sudut 120 dan sudut ikatan antar atom bergantung pada kekuatan seluruh bagian molekul
D.Energi disosiasi
Energi disosiasi adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah satu ikatan 1 mol suatu mol gas yang disimbolkan dengan huruf 'D'.
E.Konsep asam dan basa dalam kimia organik
1.Teori asam basa Arrhenius
Menurut Arrhenius,asam adalah zat yang dapat melepaskan ion H+ di dalam air sejngga konsentrasi ion H+ dalam air meningkat sedangkan basa adalah zat yang dapat melwpaskan ion OH- di dalam air sehingga konsentrasi
maaf sebelumnya,saya ingin menambahkan menurut buku dan beberapa referensi yang pernah saya baca bahwa teori asam-basa yang banyak digunakan pada kimia organik adalah teori asam basa lewis.Semua zat yang didefinisikan sebagai asam dalam teori Arrhenius juga merupakan asam dalam kerangka teori Lewis karena proton adalah akseptor pasangan elektron . Dalam reaksi netralisasi proton membentuk ikatan koordinat dengan ion hidroksida.
BalasHapusH+ + OH– H2O (9.30)
Situasi ini sama dengan reaksi fasa gas yang pertama diterima sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Bronsted dan Lowry.
HCl(g) + NH3(g) NH4Cl(s) (9.31)
Dalam reaksi ini, proton dari HCl membentuk ikatan koordinat dengan pasangan elektron bebas atom nitrogen.
Keuntungan utama teori asam basa Lewis terletak pada fakta bahwa beberapa reaksi yang tidak dianggap sebagai reaksi asam basa dalam kerangka teori Arrhenius dan Bronsted Lowry terbukti sebagai reaksi asam basa dalam teori Lewis. Sebagai contoh reakasi antara boron trifluorida BF3 dan ion fluorida F–.
BF3 + F––> BF4– … (9.32)
Reaksi ini melibatkan koordinasi boron trifluorida pada pasangan elektron bebas ion fluorida. Menurut teori asam basa Lewis, BF3 adalah asam. Untuk membedakan asam semacam BF3 dari asam protik (yang melepas proton, dengan kata lain, asam dalam kerangka teori Arrhenius dan Bronsted Lowry), asam ini disebut dengan asam Lewis. Boron membentuk senyawa yang tidak memenuhi aturan oktet, dan dengan demikian adalah contoh khas unsur yang membentuk asam Lewis.
Karena semua basa Bonsted Lowry mendonasikan pasangan elektronnya pada proton, basa ini juga merupakan basa Lewis. Namun, tidak semua asam Lewis adalah asam Bronsted Lowry sebagaimana dinyatakan dalam contoh di atas.
Dari ketiga definisi asam basa di atas, definisi Arrhenius yang paling terbatas. Teori Lewis meliputi asam basa yang paling luas. Sepanjang yang dibahas adalah reaksi di larutan dalam air, teori Bronsted Lowry paling mudah digunakan, tetapi teori Lewis lah yang paling tepat bila reaksi asam basa melibatkan senyawa tanpa proton.
Terimakasih atas sarannya.
HapusAkan tetapi di beberapa buku kimia organik lain ada juga teori asam basa menurut Arrhenius dan Bronsted-Lowry
saya akan menambahkan menurut literatur yang saya baca
BalasHapus1. struktur elektron dalam atom.
Setiap kulit elektron berhubungan dengan sejumlah energi tertentu.Elektron yang dekat ke inti lebih tertarik oleh proton dalam inti daripada elektron yang lebih jauh kedudukannya . karena itu, semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya, dan elektron ini sukar berpindah dalam reaksi kimia. Kulit elektron yang terdekat ke inti adalah kulit terendah energinya, dan elektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat energi pertama.Elektron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energi kedua, mempunyai energi yang lebih tinggi daripada elektron dalam tingkat pertama.
2. Energi Disosiasi Ikatan
Bila atom saling terikat membentuk molekul, energi dilepaskan (biasanya sebagai kalor atau cahaya). Jadi, untuk molekul agar terdisosiasi menjadi atom-atomnya, harus diberikan energi. Ada dua cara ikatan dapat terdisosiasi. Salah satu adalah karena pemaksapisahan heterolitik. Hasil pembelahan heterolitik adalah sepasang ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi adalah pemaksapisahan homonitik, yang dihasilkan adalah atom yang secara listrik netral atau gugus atom. Energi disosiasi (∆H) adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk menyebabkan pemaksapisahan homolitik dari ikatan kovalen. Makin besar energi disosiasi ikatan berarti makin stabil ikatan tersebut.
Terimakasih atas tambahan jawabannya Novani.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusselamat siang Ester. saya rostalinda Rumapea ingin menambahkan materi Jari-jari atom dan keelektronegatifan. menurut buku referensi (Fessenden & Fessenden.2005:4-6) yang saya baca, Jari-jari atom adalah jarak dari pusat inti ke elktron paling luar. Jari-jari atom mengukur panjang ikatan. Jari-jari atom berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan anatara inti dan elektronnya. Makin besar tarikan, makin kecil jari-jari atomnnya. Factor yang mempengaruhi adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung electron.
BalasHapusInti dengan jumlah proton yang lebih besar mempunyai tarikan yang lebih besar terhadap electron-elektronnya, termasuk electron paling luar. Pada setiap tahap, inti mempunyai tarikan untuk electron yang lebih besar dari jar-jari atom berkurang
Li Be B C N O F
Nomor atom: 3 4 5 6 7 8 9
Jari-jari atom menurun
Bila kita bergerk dari atas ke bawah dalam satu golongan dari susunan berkala, jumlah kulit electron bertambah dan karenanya jari-jari atom bertambah juga. Dalam kimia organic, atom saling berikatan satu dengan yang lain dalam berdekatan oleh ikatan kovalen. Konsep jari-jari atom akan berguna dalam memperkirakan tarikan dan tolakan antara atom dan dalam membahas kekuatan ikatan kovalen.
H
0,37
Li
1,225
Be
0,889
B
0,80
C
0,771
N
0,74
O
0,74
F
0,72
Na
1,572
Mg
1,364
Al
1,248
Si
1,173
P
1,10
S
1,04
Cl
0,994
Br
1,142
I
1,334
Jari-jari atom dari beberapa unsur (dalam Angstrom A, dengan 1 A=10-8 cm)
Terimakasih atas tambahan jawabannya Rostalinda.
BalasHapus