1. Jelaskan
mengapa suatu sikloheksana terdisubstitusi-cis-1,3 lebih stabil dari pada
struktur-trans-padanan nya?
Jawab:
Suatu sikloheksana
terdisubstitusi -cis-1,3 lebih stabil dari pada struktur-trans-padanan nya karena
pada kedua subtituennya posisi nya ekuatorial dan kedua subtituen itu 1,3 satu
terhadap yang lain pada suatu cincin sikloheksana, maka cis-isomer lebih stabil
dari pada trans-isomer. Dan kedua subtituen dalam 1,3-isomer berposisi
ekuatorial. Dalam trans-1,3-isomer, 1 gugus terpaksa berposisi aksia
2. Tuliskan
proyeksi Fischer untuk semua konfigurasi yang mungkin dari 2,3,4-pentanatriol.
Tunjukan pasangan-pasangan enantiomernya?
Jawab:
Berikut adalah proyeksi
Fischer untuk semua konfigurasi yang mungkin dari 2,3,4-pentanatriol. Beserta pasangan-pasangan enantiomernya
Assalamualaikum.wr.wb
BalasHapusSaya wahyu hidayani (rsa1c115027)
Setelah saya membaca blog anda diatas?
Saya hanya memberi saran, sebaiknya blog yg anda tulis diatas pada soal jawaban seharusnya ditulis mana nomor 1 dan mana 2 karena supaya pembaca lebih mengerti.
Terimakasih atas sarannya Wahyu Hidayani.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapussaya ingin menambahkan sedikit jawaban dari pertanyaan nomor satu yaitu cis-1,3 lebih stabil dikarenakan posisi ekuatorial hal ini disebabkan bahwa pada posisi ekuatorial efek tolakan steriknya lebih kecil dibandingkan posisi aksial pada trans1,3 sehingga cis-1,3 lebih stabil.
BalasHapusJadi dapat disimpulkan bahwa posisi ekuatorial memiliki efek tolakan sterik yang kecil sehingga stabil,dan semakin kecil tolakan sterik antar atom maka akan semakin stabil. Begitupula sebaliknya pada posisi aksial yang memiliki tolakan sterik yang besar sehingga menyebabkan ketidak stabilan.terimakasih
Terimakasih atas tambahan jawabannya Miranda Oxtariani
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya frandi mardiansyah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1, menambah jawaban pertanyaan dari saudari ester. Sikloalkana adalah golongan senyawa hidrokarbon jenuh yang rantai atom-atom karbon-karbonnya tertutup (membentuk cincin), sehingga termasuk hidrokarbon siklik. Sifat-sifat yang dimiliki oleh sikloalkana sangat mirip dengan golongan alkana (hidrokarbon alifatik), maka sikloalkana dapat dikategorikan sebagai hidrokarbon alisiklik. Rumus umum sikloalkana CnH2n. Kestabilan (ketidakreaktifan) sikloalkana pada mulanya dijelaskan dengan “Teori Regangan Baeyer” (Baeyer’s strain theory). Pada teori ini dikatakan bahwa senyawa siklik sama seperti halnya sikloalkana membentuk cincin datar. Apabila sudut-sudut ikatan dalam senyawa siklik menyimpang dari sudut ikatan tetrahedral (109,50) maka molekulnya mengalami regangan. Semakin besar penyimpangannya terhadap sudut ikatan tetrahedral maka molekulnya makin regang akibatnya molekul tersebut semakin reaktif. Pada sikloheksana juga dijumpai isomer-isomer cis-tans, yang bila digambarkan dengan konformasi kursi, disini ada dua posisi yang dapat di tempati subtituen, yang pertama substituen dapat berposisi aksial dan yang kedua substituen dapat berposisi ekuatorial. Sifat-sifat fisika dan kimia sikloalkana hampir mirip sifat kimia dan fisika dengan alkana, yaitu nonpolar, titik didih dan titik leburnya sebanding dengan berat molekulnya, dan bersifat inert (lambat bereaksi dengan senyawa lain).
BalasHapusTerimakasih Frandi atas tambahan jawabannya.
Hapus